Syarat Meningkatkan Sertfikat HGB Menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM)

PERTANYAAN :

Saya baru saja membeli rumah dan tanah di salah satu developer di Bandung. Saya memperoleh sertipikat HGB/Hak Guna Bangunan yang masa berlakunya tinggal 2 tahun lagi. Saya dengar, HGB tersebut bisa ditingkatkan menjadi HM/Hak Milik.

Pertanyaan saya apa saja syarat untuk meningkatkan HGB menjadi SHM?
Terimakasih atas perhatian dan jawaban yang diberikan

Pertanyaan dari Nana Sudjana, di Cimahi

JAWABAN NARASUMBER :
Sdr Nana yang budiman..
Memang benar bahwa hak atas tanah yang di bebani oleh Hak Guna Bangunan (HGB) dapat di perpanjang paling lama 20 Tahun (vide: 35 Ayat 1 dan 2 UU No. 5 tahun 1960 tentang Undang-undang Pokok Agraria.
Lebih baik HGB atas tanah dan Rumah di atas tanah tersebut di tingkatkan saja haknya menjadi Hak Milik. Pengurusannya tidak usah menunggu HGB nya habis.
Adapun syarat-syarat yang dibutuhkan untuk pengurusan SHGB menjadi SHM adalah :
  • Sertipikat HGB asli dan foto copy
  • Foto copy KTP pemegang hak
  • Foto copy SPPT dan STTS PBB tahun terakhir
  • Foto copy STTS PBB lima tahun terakhir
  • Surat Pernyataan Hasil Ukur
  • Formulir Uang Pemasukan ke negara ±2% dari NJOP
  • Formulir Permohonan Pendaftaran Perpanjangan
  • Surat Permohonan Pengukuran
  • Surat Kuasa untuk Pengukuran/Perpanjangan/ Pembaharuan dan Pengambilan Sertipikat (apabila di kuasakan)
  • Foto copy KTP penerima kuasa yang telah dilegalisir (Apabila di kuasakan)

Selain syarat-syarat diatas, Anda juga akan dikenakan biaya administrasi perubahan HGB menjadi HM. Biasanya biaya yang dikeluarkan tidak pasti sesuai dengan luas tanah.Untuk tanah kurang dari 200m2 tidak dikenakan biaya kecuali hanya biaya administrasi -+ Rp.500.000,-.Untuk tanah luasnya lebih dari 200 – 400m2 akan di kenai biaya 0,5% dari NJOP. Selanjutnya rincian biaya tersebut ada di BPN setempat

Demikian jawaban saya. Semoga bermanfaat.

Salam hormat saya, 

MURFIATUL MAULIDA, SH

Diperkenankan mengutip dan menyebarluaskan artikel konsultasi ini dengan syarat tidak menambah atau mengurangi isi artikel dan tetap menampilkan situs www.propertijitu.com sebagai sumber asli artikel konsultasi ini